SatupenaNews.com | JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melatih 250 pelajar asal Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, untuk membuat konten digital yang menyuarakan perdamaian, toleransi, dan nilai kebangsaan.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Kesiapsiagaan Nasional dan Kontra-Radikalisasi BNPT, Irjen Pol. Wawan Ridwan, mengungkapkan bahwa kelompok penyebar ideologi kekerasan kini memanfaatkan media sosial dan permainan daring untuk menjangkau generasi muda.
Menurut Wawan, penyebaran paham radikal melalui internet berlangsung lebih cepat dibandingkan pendekatan konvensional. BNPT juga menemukan anak-anak berusia 11–18 tahun yang terpapar komunitas berideologi kekerasan.
Perkuat Literasi Digital Generasi Muda
Melalui program Digital Peace Creator, BNPT bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur membekali pelajar dengan keterampilan mengenali konten berbahaya dan memproduksi pesan edukatif.
Program ini mendorong peserta menggunakan media sosial secara bijak serta aktif menyebarkan konten yang mengutamakan perdamaian dan persatuan.
BNPT berharap pelatihan ini dapat meningkatkan ketahanan digital generasi muda sekaligus memperkuat peran pelajar dalam menangkal penyebaran radikalisme dan ideologi kekerasan di ruang digital.(Rls/Red)





















