SatupenaNews.com | JAKARTA – Pasar keuangan Indonesia masih dalam tekanan setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada penutupan Selasa (3/11/2026).
Pelaku pasar masih mencermati sentimen global, arus keluar dana asing, pelemahan nilai tukar rupiah, serta dinamika politik dalam negeri.
Di tengah koreksi pasar saham, harga emas justru menguat. Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) tercatat tembus Rp2,541 juta per gram pada perdagangan Selasa (3/11/2026). Kenaikan ini didorong meningkatnya permintaan aset aman (safe haven) di tengah ketidakpastian.
Sementara itu, Kementerian Keuangan membantah kabar yang beredar di media sosial yang menyebut transfer antarbank dan dompet digital akan dikenakan PPN mulai 9 November 2026. Kemenkeu menegaskan kabar tersebut tidak benar dan meminta masyarakat tidak mudah percaya hoaks.
“Ekonomi kita masih cukup resilien, tapi perlu dijaga kepercayaan pasar dengan komunikasi kebijakan yang jelas dan konsisten,” ujar seorang analis pasar modal.
Di pasar tradisional, harga sejumlah kebutuhan pokok juga mengalami kenaikan. Harga cabai dilaporkan tembus Rp80 ribu per kilogram di Jakarta dan Surabaya, membuat pasar tradisional kian sepi.
Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah stabilisasi agar daya beli masyarakat tetap terjaga.(Rls/Red)





















