SatupenaNews.com | JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, melaporkan realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor energi dan mineral mencapai Rp127,74 triliun pada periode Januari–Oktober 2026.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Rabu (21/10), Bahlil menyampaikan bahwa realisasi tersebut mendekati target APBN sebesar Rp133,63 triliun.
Pemerintah bahkan menargetkan penerimaan hingga Rp165 triliun guna memperkuat ruang fiskal negara, termasuk membantu pembiayaan subsidi bahan bakar minyak (BBM).
Nilai Ekspor Batu Bara dan Nikel Meningkat
Bahlil menjelaskan bahwa volume ekspor batu bara Januari–September 2026 turun dari 374 juta ton menjadi 343 juta ton. Meski demikian, nilai ekspornya meningkat dari 21 miliar dolar AS menjadi 23,71 miliar dolar AS.
Sementara itu, nilai ekspor nikel hingga Agustus 2026 naik menjadi 24,55 miliar dolar AS, dibandingkan 21,22 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Cadangan BBM Nasional Tetap Aman
Selain melaporkan kinerja penerimaan negara, Bahlil memastikan cadangan BBM nasional berada dalam kondisi aman.
Menurutnya, cadangan Pertalite atau RON 90 mencapai 16–18 hari, sedangkan cadangan jenis BBM lainnya berada di atas standar minimum nasional.
Pemerintah akan terus mengoptimalkan penerimaan dari sektor energi dan pertambangan untuk memperkuat anggaran negara. Peningkatan nilai ekspor mineral dan batu bara menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung target penerimaan tersebut.
(Rls/Red)





















